STIFIn dalam Penyusunan Tujuan Hidup

Setiap orang ingin memiliki kehidupan yang terarah, bermakna, dan sesuai dengan jati dirinya. Namun, tidak semua orang mampu menyusun tujuan hidup dengan mudah. Alasannya sederhana: setiap otak bekerja dengan cara yang berbeda. Di sinilah konsep STIFIn membantu.

Dengan memahami mesin kecerdasan—S, T, I, F, atau In—Anda dapat menyusun tujuan hidup yang sesuai dengan karakter alami, sehingga lebih mudah dicapai dan lebih menyenangkan dijalani.


Apa Itu STIFIn?

STIFIn adalah metode pemetaan kecerdasan yang mengelompokkan manusia ke dalam lima tipe utama:

  • Sensing (S)
  • Thinking (T)
  • Intuiting (I)
  • Feeling (F)
  • Insting (In)

Setiap tipe memiliki gaya unik dalam melihat masa depan, membuat rencana, dan memutuskan langkah hidup. Karena itu, tujuan hidup seharusnya disusun sesuai dengan cara otak bekerja.


Mengapa STIFIn Penting dalam Penyusunan Tujuan Hidup?

  1. Tujuan jadi lebih sesuai dengan minat dan gaya berpikir alami
  2. Memudahkan proses eksekusi karena sesuai kecenderungan otak
  3. Mengurangi stres dan kebingungan dalam memilih jalan hidup
  4. Meningkatkan motivasi karena tujuan terasa lebih relevan
  5. Membantu menghindari kesalahan memilih karier, pasangan, atau lingkungan yang tidak cocok

Penyusunan Tujuan Hidup Berdasarkan Tipe STIFIn

1. Sensing (S)

Ciri: realistis, detail, stabil

Cara menyusun tujuan hidup:

  • Buat tujuan yang praktis dan terukur.
  • Tuliskan langkah-langkah kecil dan bertahap.
  • Fokus pada perbaikan rutin dan kebiasaan harian.
  • Pilih tujuan yang memberi rasa aman dan kepastian.

Contoh tujuan untuk tipe S:
“Dalam 1 tahun, saya ingin menabung 15 juta dengan menabung 300 ribu per minggu.”


2. Thinking (T)

Ciri: logis, objektif, berorientasi hasil

Cara menyusun tujuan hidup:

  • Gunakan metode SMART: spesifik, terukur, realistis.
  • Fokus pada karier, prestasi, dan pencapaian jangka panjang.
  • Buat target yang menantang tapi tetap rasional.
  • Hindari tujuan yang terlalu emosional atau abstrak.

Contoh tujuan untuk tipe T:
“Dalam 2 tahun, saya ingin menjadi supervisor dengan meningkatkan skill analisis dan manajemen.”


3. Intuiting (I)

Ciri: visioner, kreatif, idealis

Cara menyusun tujuan hidup:

  • Gunakan visualisasi dan mind mapping.
  • Buat tujuan yang besar dan bermakna.
  • Sertakan ruang kreativitas dan fleksibilitas.
  • Fokus pada inovasi dan karya yang memberi dampak.

Contoh tujuan untuk tipe I:
“Saya ingin membangun brand kreatif yang menginspirasi anak muda dalam 3 tahun.”


4. Feeling (F)

Ciri: empatik, emosional, relasional

Cara menyusun tujuan hidup:

  • Kaitkan tujuan dengan nilai dan perasaan.
  • Fokus pada hubungan, keluarga, dan kontribusi sosial.
  • Gunakan jurnal perasaan untuk memperkuat komitmen.
  • Buat tujuan yang memberi rasa damai dan kebahagiaan.

Contoh tujuan untuk tipe F:
“Saya ingin menjadi konselor keluarga dan membantu orang lebih bahagia.”


5. Insting (In)

Ciri: spontan, cepat, adaptif

Cara menyusun tujuan hidup:

  • Buat tujuan sederhana namun berdampak besar.
  • Hindari detail berlebihan yang membatasi.
  • Fokus pada tindakan cepat dan kesempatan spontan.
  • Gunakan intuisi sebagai panduan utama.

Contoh tujuan untuk tipe In:
“Saya ingin membangun bisnis fleksibel yang bisa saya jalankan dari mana saja.”


Langkah Umum Menyusun Tujuan Hidup dengan STIFIn

  1. Kenali tipe STIFIn Anda terlebih dahulu
  2. Tentukan nilai dan hal terpenting dalam hidup Anda
  3. Tulis tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang
  4. Sesuaikan langkah berdasarkan gaya kerja otak
  5. Evaluasi secara berkala dan sesuaikan bila perlu

Kesimpulan

STIFIn membantu Anda menyusun tujuan hidup yang lebih terarah, realistis, dan sesuai dengan karakter alami. Setiap tipe—S, T, I, F, maupun In—memiliki gaya khas dalam merancang masa depan. Dengan mengikuti pola yang sesuai mesin kecerdasan, tujuan hidup menjadi lebih mudah dikejar dan lebih menyenangkan dijalani.

Tujuan hidup terbaik adalah tujuan yang selaras dengan diri Anda.