Mengapa STIFIn Berbeda dengan Tes Kepribadian Lain?

Dalam beberapa tahun terakhir, metode pemetaan kepribadian menjadi semakin populer. Banyak orang ingin memahami diri dengan lebih dalam—baik untuk pengembangan diri, karier, maupun hubungan interpersonal. Di antara beragam metode yang ada, STIFIn muncul sebagai salah satu pendekatan yang unik dan sering dibandingkan dengan tes kepribadian lain seperti MBTI, DISC, atau Big Five.
Lalu, apa yang membuat STIFIn berbeda?


1. Berbasis pada “Mesin Kecerdasan”, Bukan Hanya Gaya Kepribadian

Sebagian besar tes kepribadian memetakan traits atau kecenderungan perilaku. Misalnya:

  • MBTI mengelompokkan preferensi psikologis
  • DISC fokus pada gaya komunikasi dan perilaku
  • Big Five mengukur lima dimensi kepribadian

STIFIn menggunakan pendekatan berbeda: menentukan mesin kecerdasan dominan yang diyakini sudah melekat sejak lahir. Ada 5 mesin utama:

  • Sensing (S)
  • Thinking (T)
  • Intuiting (I)
  • Feeling (F)
  • Insting (In)

Setiap mesin ini kemudian dibagi menjadi introvert atau extrovert, sehingga total ada 9 tipe STIFIn.
Pendekatan berbasis kecerdasan ini membuat STIFIn lebih fokus pada core potential, bukan hanya perilaku harian yang bisa berubah karena lingkungan.


2. Menggunakan Pemindaian Sidik Jari sebagai Data Awal

Berbeda dengan tes kepribadian yang biasanya berupa kuesioner, STIFIn menggabungkan:

  • Pemindaian sidik jari untuk memetakan kecenderungan otak
  • Wawancara singkat untuk memastikan kecocokan karakter

Penggunaan sidik jari ini membuat prosesnya terasa lebih objektif karena:

  • Tidak bergantung pada suasana hati peserta
  • Mengurangi bias menjawab
  • Tidak mudah dimanipulasi

Meskipun demikian, penting diingat bahwa penggunaan biometrik dalam pemetaan kepribadian bukanlah standar dalam psikologi akademis, sehingga interpretasinya lebih bersifat pendekatan daripada diagnosa ilmiah klinis.


3. Lebih Singkat, Langsung, dan Terfokus

Tes kepribadian seperti MBTI atau Big Five sering membutuhkan:

  • Ratusan pertanyaan
  • Waktu pengerjaan 20–45 menit
  • Analisis lanjutan

STIFIn relatif lebih cepat: proses pemindaian dan penjelasan biasa memakan waktu sekitar 10–20 menit.
Pendekatan yang ringkas ini membuat STIFIn sering digunakan dalam:

  • Pelatihan karyawan
  • Bimbingan belajar
  • Konseling keluarga
  • Coaching bisnis

Hasilnya langsung, mudah dipahami, dan cepat diterapkan.


4. Memberikan Saran Praktis yang Lebih Terarah

Salah satu kekuatan STIFIn adalah rekomendasi aplikatif, terutama dalam:

  • Cara belajar
  • Pola komunikasi
  • Pilihan karier
  • Pengelolaan emosi
  • Kebiasaan kerja

Karena berfokus pada satu mesin dominan saja, rekomendasi STIFIn cenderung:

  • Lebih spesifik
  • Mudah diikuti
  • Sesuai karakter dasar individu

Jika tes lain memberikan gambaran luas mengenai kepribadian, STIFIn memberikan arahan yang lebih langsung terhadap apa yang sebaiknya dilakukan.


5. Tidak Banyak Dimensi, Tapi Mendalam

Beberapa orang beranggapan bahwa 9 tipe STIFIn terlalu sedikit dibanding:

  • 16 tipe MBTI
  • 4 gaya DISC
  • Skala kontinu Big Five

Namun justru karena jumlahnya lebih sedikit, tiap tipe STIFIn digali lebih mendalam berdasarkan:

  • Kekuatan inti
  • Pola berpikir
  • Energi dominan
  • Pola kebiasaan
  • Keunggulan dan kelemahan alami

Kedalaman inilah yang membuat banyak orang merasa “lebih dikenali” saat mendapatkan hasil STIFIn.


6. Fokus pada Genetika, Bukan Lingkungan

Tes kepribadian umumnya menilai bagaimana seseorang bertindak saat ini.
STIFIn menekankan konsep bahwa kecerdasan dasar tidak berubah, sementara perilaku dan kebiasaan dapat berkembang seiring lingkungan.

Implikasinya:

  • STIFIn lebih digunakan untuk mengetahui “fitrah” atau bawaan
  • Tes lain lebih cocok untuk menilai kondisi psikologis saat ini

Karena fokusnya berbeda, keduanya sebenarnya bisa saling melengkapi.


Kesimpulan: Bukan Mana yang Lebih Baik, Tapi Mana yang Lebih Tepat

STIFIn berbeda dari tes kepribadian lain dalam hal:

  • Pendekatan (kecerdasan vs kepribadian)
  • Metode (sidik jari vs kuesioner)
  • Tujuan (petunjuk praktis vs gambaran perilaku)
  • Filosofi (fitrah bawaan vs kondisi psikologis)

Apakah STIFIn lebih baik? Tergantung tujuanmu.
Jika ingin mengenali potensi bawaan dan gaya bekerja yang paling natural, STIFIn bisa menjadi pilihan menarik.
Jika ingin memahami perilaku, emosi, dan dinamika sosial secara lebih luas, tes kepribadian lain tetap relevan.

Pada akhirnya, semua metode hanyalah alat—yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya untuk memahami diri dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.